بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاماتاما على سيدنا محمدالذى تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتم ويستسقى الغمام بوجهه الكريم وعلى اله وصحبه في كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك

Rabu, 25 April 2012

TAFSIRNYA AR-ROHMAAN AR-ROHIIM

تفسير الرحمن الرحيم
TAFSIRNYA AR-ROHMAAN AR-ROHIIM
By Dawam Mu'allim S.Fb.I

الرحمن الرحيم : وصف الله تعالى نفسه بعد رب العالمين بأنه الرحمن الرحيم، لأنه لما كان في اتصافه برب العالمين ترهيب قرنه بالرحمن الرحيم لما تضمن من الترغيب ليجمع في صفاته بين الرهبة منه والرغبة إليه كما قال تعالى : عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ (الأعراف : ١٥٦)
AR-ROHMAAN AR-RAHIIM : Alloh Ta'ala telah mensifati Dzat-Nya sendiri setelah ROBBUL 'AALAMIIN dengan AR-ROHMAAN AR-ROHIIM karena tatkala ada di dalam sifat-Nya dengan ROBBUL 'AALAMIIN adalah untuk at-Tarhiib (mengintimidasi/menakut-nakuti), maka DIA mengirinya dengan sifat AR-ROHMAAN AR-ROHIIM karena sesuatu yang terkandung di dalamnya dari at-Targhib (Pemikat/iming-iming kesenangan) agar terkumpul di dalam sifat-sifat-Nya antara intimidasi dari-Nya dan pemikat kepada-Nya sebagaimana DIA telah berfirman : "Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa saja yang Aku kehendaki, dan rahmat-Ku luasnya meliputi pada tiap-tiap sesuatu”. (Q.S. Al-A’raf [7] : 156

Dan adapun hadits-hadits yang menjelaskan tentang rahmat dan ampunan Alloh lebih besar dari pada murka dan siksa-Nya, adalah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ، كَتَبَ فِي كِتَابِهِ، فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ، "إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي". {رواه البخاري (٧٤٠٤)، ومسلم (٢٧٥١)}.
Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Nabi SAW, bersabda : Tatkala Allah menciptakan makhluk, Dia mencatat di dalam kitab-Nya, yaitu di sisi-Nya di atasnya Al-‘Arsy : “Sesungguhnya rahmat-Ku adalah mengalahkan murka-Ku”. (H.R. Al-Bukhari, No Hadits : 7404, dan Muslim, No Hadits : 2751

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ اْلأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ : لَوْلاَ أَنَّكُمْ تُذْنِبُونَ لَخَلَقَ اللَّهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ، وَيَغْفِرُ لَهُمْ. {رواه مسلم (٢٧٤٨)، والترمذي (٣٥٣٩)}.
Dari Abu Ayyub Al-Anshori r.a, berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW, bersabda : Kalau seandainya kalian tidak ada yang berbuat dosa, sungguh Allah menciptakan makhluk yang berbuat dosa, dan Dia akan mengampuni bagi mereka”. (H.R. Muslim, No Hadits : 2748, dan At-Tirmidzi, No Hadits : 3539

Penjelasan : Walau Alloh Ta'ala adalah Tuhan segala alam yang berkehendak terhadap apa saja, namun DIA tetaplah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, oleh sebab itu janganlah kita berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya

Alloh Ta'ala berfirman

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (الزمر : ٥٣)
Katakanlah : "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. Az-Zumar [39] : 53

TAFSIRNYA ALHAMDULILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN Bagian Ke-tiga

تفسير الحمد لله رب العالمين
القسم الثالث
TAFSIRNYA
ALHAMDULILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN
Bagian Ke-tiga
By: Dawam Mu'allim S. Fb. I
رب العالمين : أي مالكهم، وكل من ملك شيئا فهو ربه، فالرب : المالك، والرب في كلام العرب منصرف على معان، منه بمعنى السيد ويدل عليه قوله تعالى : أذكرني عند ربك (يوسف : ٤٢)، وفي الحديث : أن تلد الأمه ربتها، أي سيدها. والرب : المصلح والمدبر والجابر والقائم. وقيل : إنه مشتق من التربية، وفي الصحاح ؛ ورب فلا...ن ولده يربه ربا، أي المربي
ROBBIL 'AALAMIIN artinya adalah Sang Pemilik segala alam, dan setiap orang yang memiliki sesuatu, maka dia disebut sebagai Robb-nya, lalu kata ar-Robb artinya adalah al-Maalik (Pemilik), dan ar-Robb di dalam pembicaraan orang-orang Arab dapat dipalingkan menjadi beberapa makna, dan diantaranya adalah bermakna as-Sayyid (Tuan), dan dalil yang menunjukkannya adalah firman Alloh Ta'ala : "Sebutkankanlah olehmu tentang keadaanku di sisi Tuan-mu" (Q.S. Yusuf : 42). Dan di dalam Hadits disebutkan : Bila seorang budak wanita melahirkan Robbahnya". Artinya adalah Tuannya. Dan kata Ar-Robb dapat bermakna al-Mushlih (Yang Memperbaiki), al-Mudabbir (Yang Mengatur), al-Jaabir (Yang Memaksa), dan al-Qooim (Yang Berdiri Mengurusi), dan dikatakan bahwa ar-Robb adalah kata pecahan dari at-Tarbiyah (Pendidikan), dan di dalam kitab ash-Shihah dijelaskan : Wa Robba Fulaanun Waladahu Yarubbuhu Robban (Fulan telah mendidik anaknya dengan didikan yang sebenarnya pendidikan), artinya fulan adalah al-Murobbiy (Sang Pendidik)

العالمين : فقال قتادة : العالمون جمع عالم، وهو كل موجود سوى الله تعالى، ولا واحد له من لفظه مثل رهط وقوم. وقال مقاتل : العالمون ثمانون ألف عالم، أربعون ألف عالم في البر، وأربعون عالم في البحر، وقال أبو العالية : الجن عالم، والإنس عالم، وسوى ذلك للأرض أربع زوايا، في كل زاوية ألف وخمسمائة عالم، خلقهم لعبادته سبحانه وتعالى
AL-'AALAMIIN, maka Qotadah telah berkata : AL-'AALAMUUN adalah jama'nya kata 'AALAMUN, yaitu tiap-tiap yang ada selain Alloh Ta'ala, dan kata 'Aalamun itu tidak ada bentuk tunggalnya seperti kata Rohtun (Rombongan) dan Qoumun (suatu kaum), dan Muqotil telah berkata : Al-'Aalamuun itu ada delapan puluh ribu alam, yang empat puluh ribu alam ada di daratan, dan yang empat puluh ribu alam ada di lautan, Abu al-Aliyah berkata : Jin adalah alam, dan manusia adalah alam, dan selain hal itu maka bagi bumi ada empat sudut, di dalam tiap-tiap sudut ada seribu lima ratus alam, Alloh telah menciptakan semua itu hanya untuk beribadah kepada-Nya SWT

TAFSIRNYA ALHAMDULILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN Bagian Kedua

تفسير الحمد لله رب العالمين
القسم الثاني
TAFSIRNYA
ALHAMDULILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN
Bagian Kedua
By: Dawam Mu'allim S.Fb.I
الحمد لله : الثناء الكامل لله، والألف واللام لإستغراق الجنس من المحامد، أي كل أجناس الحمد لله. وأقسام الحمد أربعة : حمد الله نفسه، كقوله تعالى : الحمد لله الذي خلق السماوات والأرض، وحمد الله بعض عباده كقوله عز وجل : نعم العبد إنه أواب، وحمد الخلق لله تعالى كقولنا : الحمد لله الذي أطعمنا، وحمد الخلق لب...عض الخلق كقولهم : أنت جميل أو هي جميلة. وكلها يرجع إلى الله تعالى، لأنه خالق كل شيئ

ALHAMDU LILLAH adalah pujian yang sempurna bagi Alloh, dan huruf ALIF dan LAM adalah untuk makna mencakup jenis dari segala pujian, yaitu tiap-tiap segala jenis pujian adalah milik Alloh.
Sedangkan pembagian pujian itu ada empat (yaitu) : 1). Pujiannya Alloh kepada Dzat-Nya sendiri sebagaimana Firman-Nya : "Segala puji bagi Alloh Dzat Yang telah menciptakan langit dan bumi". 2). Pujiannya Alloh kepada sebagian makhluq-Nya, sebagaimana firman-Nya : "Sebaik-baiknya hamba adalah dia yang sangat ta'at". 3). Pujiannya makhluq kepada Alloh Ta'ala, seperti ucapan kita : "Segala puji bagi Alloh Yang telah memberikan makan kepada kami". 4). Pujiannya makhluq kepada sebagian makhluq yang lain, seperti ucapan mereka : "Kamu tampan atau dia cantik". Dan setiap pujian itu harus dikembalikan kepada Alloh Ta'ala, karena sesungguhnya DIA-lah Yang Menciptakan tiap-tiap segala sesuatu

Senin, 23 April 2012

MUTIARA HADITS

By: Dawam Mu'allim S.Fb.I MUTIARA HADITS DUNIA DAN SELURUH ISINYA TERLAKNAT KECUALI... عَنْ أَبَي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُول:ُ أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ، مَلْعُونٌ مَا فِيهَا، إِلاَّ ذِكْرُ اللَّهِ، وَمَا وَالاَهُ، وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ {رواه الترمذي (٢٣٢٢)، وابن ماجه (٤١١٢)}. حديث حسن Dari Abu Hurairah r.a, berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW, bersabda : Ingat-ingatlah, sesungguhnya dunia ini terlaknat, serta terlaknat pula sesuatu yang berada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah, dan sesuatu yang ta’at kepada-Nya, dan orang yang pandai ilmu agama (para ulama) atau orang yang belajar ilmu agama (para santri)”. (H.R. At-Tirmidzi, No Hadits : 2322, dan Ibnu Majah, No Hadits : 4112).

TAFSIRNYA ALHAMDULILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN Bagian Pertama

تفسير الحمد لله رب العالمين القسم الأول TAFSIRNYA ALHAMDULILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN Bagian Pertama By: Dawam Mu'allim S.Fb.I ____________________________________________________________________________________ فضائل الحمدلة FADHILAH HAMDALAH SEBAGAI PEMBUKA DAN PENUTUP DO'A Dari Fadholah bin Ubaid r.a, berkata : Nabi SAW, telah mendengar seorang lelaki berdo’a di dalam sholatnya, yang ia tidak membaca sholawat atas Nabi SAW, lalu beliau SAW, bersabda : Tergesa-gesa orang ini, lalu beliau memanggilnya, kemudian beliau bersabda kepadanya, atau kepada orang lain : إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ، وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ، ثُمَّ لْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ لْيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ. {رواه أبو داود (١٤٨١)، والترمذي (٣٤٧٧)، واللفظ له}. وقال الترمذي : هذا حديثٌ حسنٌ صحيحٌ. “Apabila sholat (berdo’a) oleh salah seorang di antara kalian semua, maka hendaklah ia memulainya dengan memuji kepada Allah, dan menyanjung atas-Nya, kemudian hendaklah ia membaca sholawat atas Nabi SAW, kemudian hendaklah ia berdo’a setelah itu dengan sesuatu yang ia kehendaki”. (H.R. Abu Dawud, No Hadits : 1481, dan At-Tirmidzi, No Hadits : 3477). Dan redaksi hadits milik Imam At-Tirmidzi, dan beliau berkata : Ini adalah hadits yang hasan lagi shohih Dalam sebagian riwayat, dikatakan بَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ، إِذْ دَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى، فَقَالَ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَجِلْتَ أَيُّهَا الْمُصَلِّي، إِذَا صَلَّيْتَ فَقَعَدْتَ، فَاحْمَدْ اللَّهَ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ، وَصَلِّ عَلَيَّ، ثُمَّ ادْعُهُ، قَالَ: ثُمَّ صَلَّى رَجُلٌ آخَرُ بَعْدَ ذَلِكَ، فَحَمِدَ اللَّهَ وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّهَا الْمُصَلِّي أُدْعُ تُجَبْ. {رواه النسائي (١٢٨٠)، والترمذي (٣٤٧٦) واللفظ له}. حديث حسن “Sewaktu Rasulullah SAW, duduk tiba-tiba seorang lelaki masuk, kemudian ia sholat (berdo’a), lalu mengucapkan : ‘Ya Allah, ampunilah dosa bagiku, dan rahmatilah aku’, lalu Rasulullah SAW, bersabda : ‘Kamu tergesa-gesa wahai orang yang sholat (berdo’a), apabila kamu sholat (berdo’a), lalu kamu telah duduk, maka pujilah Allah, dengan pujian yang Dia adalah pemiliknya, dan bersholawatlah atasku, lalu berdo’alah kamu kepada-Nya, (Perawi hadits) berkata : kemudian seorang lelaki lain sholat (berdo’a) setelah itu, lalu ia memuji kepada Allah, dan bersholawat atas Nabi SAW, maka bersabdalah Nabi SAW, : Wahai orang yang sholat (berdo’a), berdo’alah kamu, niscaya akan dikabulkan”. (H.R. An-Nasa’i, No Hadits : 1280, dan At-Tirmidzi, No Hadits : 3476). Dan redaksi hadits milik Imam At-Tirmidzi, dan beliau berkata : Ini adalah hadits hasan SEBAGAI SEUTAMA-UTAMANYA DO'A عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، يَقُولُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ : أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ. {رواه الترمذي (٣٣٨٣)، وابن ماجه (٣٨٠٠)، والنسائي في عمل اليوم والليلة (٨٣٧)}. حديث حسن Dari Jabir bin Abdullah r.a, berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW, bersabda : Seutama-utamanya dzikir adalah LAA ILAAHA ILLALLAAH, dan seutama-utamanya do’a adalah ALHAMDULILLAH”. (H.R. At-Tirmidzi, No Hadits : 3383, dan Ibnu Majah, No Hadits : 3800, dan An-Nasa’i di dalam ‘Amal Al-Yaum Wa Al-Lailah, No Hadits : 837). Hadits Hasan Oleh sebab itu bila do'a-do'a kita ingin mudah dikabulkan Allah Ta'ala, maka hendaknya kita memperbanyak membaca hamdalah

Minggu, 22 April 2012

TAFSIRNYA BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM -3

* تفسير بسم الله الرحمن الرحيم في القسم الثالث TAFSIRNYA BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM Bagian ke-Tiga By: Dawam Mu'allim S.Fb.I _____________________________________________________________________________________ إسم : على وزن إفع، والذاهب منه الواو، فقال البصريون : هو مشتق من السمو وهو العلو والرفعة، وقال الكوفيون : إنه مشتق من السمة وهي العلامة، وقال القرطبي : الأول أصح ISMUN mengikuti wazan If'un, dan yang terbuang darinya adalah huruf Wawu, oleh sebab itu para ulama' Bashrah berkata : Ismun adalah pecahan dari as-Sumuwwu yaitu al-Uluwwu (tinggi) dan ar-Rif'atu (Naik ke atas), dan para ulama Kufah berkata : Ismun adalah pecahan dari as-Simah yaitu al-'Alamah (alamat/tanda), sedangkan Imam al-Qurthubi berkata : Pendapat yang pertama adalah lebih shohih الله : إسم جامد عند الشافعي وإمام الحرمين والغزالي، وقيل إنه مشتق من أله يأله إلاهة، وقيل إنه علم للذات الواجب الوجود، وأصله إله، وهو إسم جنس لكل معبود ثم عرف بأل وحذفت الهمزة ثم استعمل في المعبود بحق Alloh adalah isim jamid (baku) menurut Imam as-Syafi'i dan Imam al-Haromain serta Imam al-Ghozali, dan dikatakan bahwa Alloh adalah kata pecahan dari ALAHA – YA'LAHU – ILAAHATAN, dan dikatakan pula bahwa Alloh adalah isim 'alam bagi Dzat Yang Wajib Adanya, sedangkan asalnya adalah ILAAHUN yaitu isim jenis bagi tiap-tiap yang disembah, kemudian di ma'rifatkan dengan AL serta dibuang huruf hamzahnya, kemudian digunakan di dalam al-Ma'bud (yang disembah) dengan kebenaran الرحمن الرحيم : صفتان بنيتا للمبالغة من رحم، والرحمن أبلغ من الرحيم، لأن زيادة البناء تدل على زيادة المعنى، ولقولهم : رحمن الدنيا والآخرة أي لجميع الخلق، ورحيم الآخرة أي بالمؤمنين خاصة AR-RAHMAAN AR-RAHIIM adalah dua sifat yang dibangun untuk arti sangat dari kata Rahim (rahim wanita), dan ar-Rahman adalah lebih menyangat maknanya dari pada ar-Rahim karena tambahan bangunan kata adalah menunjukkan kepada tambahannya makna, dan karena perkataan orang-orang Arab : Rohmaanud-Dunya Wal Akhiroh (Rohmannya dunia dan akhirat) yaitu untuk seluruh makhluq-Nya (baik mukmin maupun kafir), sedangkan ar-Rahiim adalah Rahiimul akhiroh (Rahim akhirat saja) yaitu bagi orang-orang mukmin secara khusus

Sabtu, 21 April 2012

ISMULLOHI AL-A'DZOM NAMA ALLOH YANG TERAGUNG

ISMULLOHI AL-A'DZOM NAMA ALLOH YANG TERAGUNG By: Dawam Mu'allim S.Fb.I Menurut pendapat beberapa ulama bahwa al-Ismu al-A'dzom adalah Lafdzul Jalalah (Alloh) karena selain lafadz Alloh disebut sebagai al-Asmaul Husna عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يُقَالَ فِي اْلأَرْضِ : اللَّهُ اللَّهُ. {رواه مسلم (١٤٨)}. حديث صحيح Dari Anas bin Malik r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW, bersabda : “Tidak akan terjadi kiamat, sehingga tidak diucapkan di muka bumi : Allah, Allah”. (H.R. Muslim, No Hadits : 148). Imam Ibnu Majah rahimahullah, meriwayatkan dari ‘Aisyah r.a, berkata : Rasulullah SAW, bersabda pada suatu hari : Wahai ‘Aisyah, apakah kamu tahu bahwa sesungguhnya Allah telah menunjukkan kepadaku atas nama-Nya yang apabila digunakan berdo’a dengannya, maka Dia akan mengabulkan?, aku berkata : Wahai Rasulullah, dengan bapak dan ibuku menjadi tebusannmu, ajarkanlah ia kepadaku!, beliau bersabda : Sesungguhnya tidak seyogiyanya bagimu, wahai ‘Aisyah!, ia berkata : Kemudian aku bersandar dan duduk sesaat, lalu aku berdiri, kemudian aku mencium kepalanya (Rasulullah SAW), lalu aku berkata : Wahai Rasulullah, ajarkanlah ia kepadaku!, beliau bersabda : Sesungguhnya tidak seyogiyanya bagimu, wahai ‘Aisyah!, bila aku mengajari kamu, sesungguhnya tidak seyogiyanya bagimu bila kamu memohon dengannya pada sesuatu-pun dari (kenikmatan) dunia, ia berkata : kemudian aku berdiri lalu aku berwudlu, dan kemudian aku sholat dua roka’at, lalu aku berdo’a : اللَّهُمَّ إِنِّي أَدْعُوكَ اللَّهَ، وَأَدْعُوكَ الرَّحْمَنَ، وَأَدْعُوكَ الْبَرَّ الرَّحِيمَ، وَأَدْعُوكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى كُلِّهَا، مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ أَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي “Ya Allah, sesungguhnya aku berdo’a kepada-Mu Allah, dan aku berdo’a kepada-Mu Ar-Rohman, aku berdo’a kepada-Mu Al-Barru Ar-Rahim, aku berdo’a kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang baik semuanya, pada apa yang telah aku ketahui darinya dan apa yang belum aku ketahui, agar Engkau mengampuni aku dan merahmati kepadaku”. Maka tertawalah Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda : Bahwasanya ia sungguh berada di dalam nama-nama yang telah kamu gunakan berdo’a dengannya”. (H.R. Ibnu Majah, No Hadits : 3809). Berdo’a dengan menggunakan semua Al-Asmaul Husna itu lebih utama, dan lebih cepat dikabulkan. Dan tidak mengapa apabila berdo’a hanya menggunakan beberapa di antaranya saja. Dan adapun dalil-dalil bertawassul dengan menggunakan Al-Ismul A’dzom (nama-nama Allah Yang Paling Agung), maka di antaranya adalah : Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW, telah mendengar seorang lelaki berdo’a : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. فَقَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِاسْمِهِ اْلأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ. {رواه أبو داود (١٤٩٣)، والترمذي (٣٤٧٥)، وابن ماجه (٣٨٥٧)، وغيرهم “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (bertawassul) sesungguhnya aku bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Maha Esa lagi Maha menjadi tempat kebergantungan, Yang tidak akan beranak dan tidak pula akan diperanakkan, dan tidak akan ada seorang-pun yang menjadi sebanding dengan-Nya”. Kemudian beliau SAW, bersabda : Sungguh ia telah memohon kepada Allah dengan (bertawassul) pada nama-Nya Yang Paling Agung, yang apabila dimohon dengannya, niscaya Dia memberi, dan apabila digunakan berdo’a dengannya, niscaya Dia akan mengabulkan”. (H.R. Abu Dawud, No Hadits : 1493, dan At-Tirmidzi, No Hadits : 3475, dan Ibnu Majah, No Hadits : 3857, dan yang selain mereka). Dengan redaksi yang agak berbeda Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Anas r.a, sesungguhnya bersama Rasulullah SAW, dalam keadaan duduk ada seorang lelaki sedang sholat, kemudian ia berdo’a : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، الْمَنَّانُ، بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى. {رواه أبو داود (١٤٩٥)، وابن ماجه (٣٨٥٨)}. واللفظ لأبي داود “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (bertawassul pada kalimat) sesungguhnya segala puji hanya milik-Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Pemberi, lagi Yang menciptakan langit dan bumi, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, wahai Yang Maha hidup, wahai Yang Maha berdiri sendiri”. Kemudian Nabi SAW, bersabda : Sungguh ia telah berdo’a kepada Allah dengan menggunakan nama-Nya Yang Paling Agung, yang apabila digunakan berdo’a dengannya, maka Dia akan mengabulkan, dan apabila dimohon dengannya, maka Dia akan memberi”. (H.R. Abu Dawud, No Hadits ; 1495, dan Ibnu Majah, No Hadits : 3858), dan redaksi hadits milik Imam Abu Dawud. Dari Asma binti Yazid r.a, sesungguhnya Nabi SAW, telah bersabda : إسْمُ اللَّهِ اْلأَعْظَمُ فِي هَاتَيْنِ اْلآيَتَيْنِ : { وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ } وَفَاتِحَةِ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ : { الم، اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ }. {رواه أبو داود (١٤٩٦)، والترمذي (٣٤٧٨)، وابن ماجه (٣٨٥٥)}. صحيح “Nama Allah Yang Paling Agung adalah di dalam kedua ayat ini : Dan Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Q.S. Al-Baqarah [2] : 163), dan di dalam pembukaannya surat Ali Imran : Alif Laam Miim, Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup lagi Maha berdiri sendiri”. (H.R. Abu Dawud, No Hadits : 1496, dan At-Tirmidzi, No Hadits : 3478, dan Ibnu Majah, No Hadits : 3855). Imam Ibnu Majah rahimahullah, meriwayatkan dari ‘Aisyah r.a, berkata : Aku telah mendengar Rasulullah SAW, bersabda : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ الطَّاهِرِ الطَّيِّبِ الْمُبَارَكِ اْلأَحَبِّ إِلَيْكَ، الَّذِي إِذَا دُعِيتَ بِهِ أَجَبْتَ، وَإِذَا سُئِلْتَ بِهِ أَعْطَيْتَ، وَإِذَا اسْتُرْحِمْتَ بِهِ رَحِمْتَ، وَإِذَا اسْتُفْرِجْتَ بِهِ فَرَّجْتَ. {رواه وابن ماجه (٣٨٥٩)}. حسن “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu Yang Suci lagi Yang Bagus lagi Yang Memberkahi yang paling Engkau cintai, yang apabila Engkau dido’a dengannya, maka Engkau akan mengabulkan, dan apabila dimohon dengannya, maka Engkau akan memberi, dan apabila Engkau dimintai rahmat dengannya, maka Engkau akan merahmati, dan apabila Engkau dimintai kelapangan, maka Engkau akan melapangkan”. (H.R. Ibnu Majah, No Hadits : 3859)

Jumat, 20 April 2012

TAFSIRNYA BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM -2

تفسير بسم الله الرحمن الرحيم في القسم الثاني TAFSIRNYA BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM Bagian Kedua By: Dawam Mu'allim _________________________________________________________________________ ولفظ الجلالة { الله } عَلَمٌ على الرب تبارك وتعالى، يقال: إنه الاسم الأعظم؛ لأنه يوصف بجميع الصفات، كما قال تعالى: { هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ * هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ * هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ } [الحشر:٢٢-٢٤]، فأجرى الأسماء الباقية كلها صفات له، كما قال تعالى: { وللهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا } وقال تعالى: { قُلْ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى } [الإسراء:١١٠] وفي الصحيحين عن أبي هريرة: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "إن لله تسعة وتسعين اسما، مائة إلا واحدًا من أحصاها دخل الجنة" ، وجاء تعدادها في رواية الترمذي وابن ماجه، وبين الروايتين اختلاف زيادات ونقصان، وقد ذكر فخر الدين الرازي في تفسيره عن بعضهم أن لله خمسة آلاف اسم: ألف في الكتاب والسنة الصحيحة، وألف في التوراة، وألف في الإنجيل، وألف في الزبور، وألف في اللوح المحفوظ Dan Lafdzul Jalaalah (Alloh) adalah isism 'alam untuk Tuhan Tabaaroka Wa Ta'ala, di katakan bahwa DIA adalah al-Ismu al-A'dzom (Asma Yang Ter-Agung), karena dia disifati dengan seluruh sifat-sifat yang ada bagi-Nya, sebagaimana DIA berfirman “Dia-lah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai Al-Asmaaul Husna, bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi, dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. Al-Haysr [59] : 22-24). Maka berlakulah asma-asma yang tersisa seluruhnya adalah sifat-sifat bagi-Nya, sebagaimana Dia telah berfirman : “Dan bagi Allah memiliki Al-Asmaul Husna, maka berdo’alah kalian semua kepada-Nya dengannya (bertawassul), dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya, nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.S. Al-A’raf [7] : 180). “Katakanlah (Muhammad) : "Berserulah oleh kalian semua kepada Allah atau serulah Ar-Rahman, dengan nama yang mana saja kamu seru, karena bagi-Nya mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik”. (Q.S. Al-Isra [17] : 110). Dan di dalam kitab Shohih al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a, berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW, bersabda : إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ إِسْمًا، مِائَةً إِلاَّ وَاحِدًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. {رواه البخاري (٧٣٩٢)، ومسلم (٢٦٧٧)}. “Sesungguhnya bagi Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, barangsiapa yang menghafalnya, maka ia masuk surga”. (H.R. Al-Bukhari, No Hadits : 7392, dan Muslim, No Hadits : 2677). Dan telah datang jumlah Asmaul-Husna di dalam riwayatnya Imam at-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah, dan di dalam kedua riwayat tersebut ada perbedaan, ada yang di tambah dan ada yang dikurangi. Sedangkan Imam Fakhruddin ar-Razi di dalam Kitab Tafsirnya telah menyebutkan dari para ulama bahwa Alloh memiliki lima ribu nama, yang seribu ada di dalam al-Qur'an dan as-Sunnah yang shohih, dan seribu di dalam Taurat, seribu di dalam Injil, seribu di dalam Zabur dan seribu di dalam Lauhul Mahfudz

TAFSIRNYA BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM -1

تفسير بسم الله الرحمن الرحيم
في القسم الأول
TAFSIRNYA
BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM
Bagian Pertama
By: Dawam Mu'allim

(بسم) تكتب بغير ألف استغناء عنها بباء الإلصاق في اللفظ والخط لكثرة الإستعمال في المصحف، بخلاف قوله تعالى : إقرأ باسم ربك لذي خلق، فإنها لم تحذف لقلة الإستعمال.
BISMI) ditulis dengan tanpa ALIF karena tidak butuh kepadanya dengan BA' yang melekat di dalam lafadz dan tulisannya sebab banyak penggunaannya di dalam mushaf al-Qur'an, hal ini berbeda dengan firman Alloh Ta'ala : IQRO' BISMIROBBIKAL-LADZII KHOLAQ, maka ALIF-nya tidak dibuang karena sedikit penggunaannya

والإعراب (بسم) جار ومجرور، الباء حرف جر واسم مجرور بها، والمتعلق بالباء في قولك : باسم الله إما بإسم تقديره : باسم الله إبتدائي، لقوله تعالى : وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا [هود:٤١]، وإما بفعل تقديره أبدأ ببسم الله أو ابتدأت ببسم الله، لقوله عز وجل : إقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ [العلق:١] وكلاهما صحيح، فإن الفعل لا بُدّ له من مصدر، فلك أن تقدر الفعل ومصدره، وذلك بحسب الفعل الذي سميت قبله، إن كان قيامًا أو قعودًا أو أكلا أو شربًا أو قراءة أو وضوءًا أو صلاة، فالمشروع ذكر اسم الله في الشروع في ذلك كله، تبركًا وتيمنًا واستعانة على الإتمام والتقبل، ولهذا روى ابن جرير وابن أبي حاتم عن ابن عباس قال : إن أوّل ما نزل به جبريل على محمد صلى الله عليه وسلم قال : "يا محمد قل : أستعيذ بالسميع العليم من الشيطان الرجيم، ثم قل : { بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ }، قل باسم الله يا محمد، يقول : إقرأ بذكر الله ربك، وقم، وأقعد بذكر الله تعالى.
Dan I'robnya (BISMI) adalah Jar dan Majrur, BA' adalah huruf jer, sedangkan ISMI dijerkan dengan BA'. Dan al-Muta'alliq dengan BA' di dalam ucapanmu : BISMILLAAHI, adakalanya berupa Isim, taqdirnya adalah : BISMILLAAHI IBTIDAA-IY (Dengan Asma Alloh adalah permulaanku), karena firman Alloh Ta'ala : "Dan Nabi Nuh berkata : Naiklah kamu sekalian di dalam perahu dengan menyebut Asma Alloh di waktu berlayar dan berlabuhnya" (Q.S. Hud : 41), dan adakalanya dengan Fi'il, taqdirnya adalah : ABDA-U BI-BISMIILLAAHI (Sedang memulai oleh aku dengan Bismillah) atau IBTADA'-TU BI-BISMILLAAHI (Telah memulai oleh aku dengan Bismillah, karena firman Alloh Ta'ala : "IQRO' BISMIROBBIKAL-LADZI KHOLAQ" (Q.S. al-'Alaq : 1). Dan keduanya adalah shohih, karena Fi'il tidak boleh tidak baginya dari masdar, maka bagimu hendaknya mentaqdirkan Fi'il dan Masdarnya. Dan hal itu menurut pertimbangannya pekerjaan yang disebutkan sebelumnya, sebagaimana kalau berdiri atau duduk atau makan atau minum atau membaca atau berwudlu atau sholat, maka yang diyari'atkan adalah menyebut Asma Alloh dalam memulai pekerjaan itu seluruhnya dengan berharap barokah dan keberuntungan dan pertolongan agar sempurna dan diterima oleh Alloh Ta'ala. Dan oleh sebab itulah Imam Ibnu Jarir at-Thabariy dan Imam Abu Hatim telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, berkata : Sesungguhnya awalnya sesuatu yang dibawa oleh Malaikat Jibril turun kepada Rasululloh SAW adalah dia berkata : Wahai Muhammad, ucapkanlah : ASTA'IIDZU BIS-SAMII'I AL-'ALIIMI MINAS-SYAITHOONIR-RAJIIM, kemudian Ucapkanlah olehmu : BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM, ucapkanlah olehmu BISMILLAAHI wahai Muhammad, dia berkata : Bacalah dengan menyebut Alloh yaitu Tuhan-mu, dan berdirilah kamu, dan duduklah kamu dengan menyebut Alloh Ta'ala

Rabu, 18 April 2012

WAJIBNYA MEMBACA AL-FATIHAH BAGI IMAM DAN MAKMUM DI DALAM TIAP-TIAP ROKA'AT DARI SHOLAT-SHOLAT FARDHU DAN SHOLAT-SHOLAT SUNNAH SELURUHNYA

*
وجوب قراءة الفاتحة للإمام والمأموم في كل ركعة من الصلوات المفروضة والمسنونة كلها
WAJIBNYA MEMBACA AL-FATIHAH BAGI IMAM DAN MAKMUM
DI DALAM TIAP-TIAP ROKA'AT DARI SHOLAT-SHOLAT FARDHU DAN SHOLAT-SHOLAT SUNNAH SELURUHNYA
By: Dawam Mu'allim

Ketahuilah, bahwa para ulama salaf dan kholaf mereka telah sepakat atas kewajibannya membaca Surat Al-Fatihah bagi orang-orang yang mampu membacanya pada tiap-tiap roka’at di dalam sholat seluruhnya. Dan kewajiban ini sama saja bagi imam maupun makmun, dan bagi orang-orang yang sholat sendirian, baik di dalam keadaan hadir (tidak bepergian), maupun dalam keadaan bepergian, dan baik sholat jahr (keras), maupun sholat sirr (pelan

Dari ‘Ubadah bin As-Shomit r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW, bersabda

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. {رواه البخاري (٧٥٦)، ومسلم (٣٩٤)، وغيرهما}. حديث صحيح
“Tidak sah sholat bagi seseorang yang ia tidak membaca Fatihah Al-Kitab”. (H.R. Al-Bukhari, No Hadits : 756, dan Muslim, No Hadits : 394, dan selain keduanya

Wajibnya membaca al-Fatihah ini juga telah disepakati oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, dengan bukti bahwa beliau berdua mencantumkan hadits tersebut dengan judul yang jelas

Imam al-Bukhari memberikan judul

باب وجوب القراءة للأمام والمأموم في الصلوات كلها في الحضر والسفر، وما يجهر فيها وما يخافت
Bab wajibnya membaca al-Fatihah bagi Imam dan Makmum di dalam sholat-sholat seluruhnya baik di dalam tidak bepergian maupun di dalam berepgian, dan baik di dalam sholat yang dikerasakan bacaannya maupun di dalam sholat yang dipelankan

Imam Muslim memberikan judul

باب وجوب قراءة الفاتحة في كل ركعة، وإنه إذا لم يحسن الفاتحة ولا أمكنه تعلمها قرأ ما تيسر له من غيرها
Bab Wajibnya membaca al-Fatihah di dalam tiap-tiap roka'at, dan keadaannya itu apabila dia tidak bisa membaca al-Fatihah dengan baik serta tidak memungkinnya untuk mempelajarinya, maka dia boleh mambaca ayat mana saja yang mudah baginya dari selain al-Fatihah

Dari Abu Hurairah r.a, berkata

فِي كُلِّ صَلاَةٍ يُقْرَأُ، فَمَا أَسْمَعَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْمَعْنَاكُمْ، وَمَا أَخْفَى عَنَّا أَخْفَيْنَا عَنْكُمْ، وَإِنْ لَمْ تَزِدْ عَلَى أُمِّ الْقُرْآنِ أَجْزَأَتْ، وَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ. {رواه البخاري (٧٧٢)، ومسلم (٣٩٦)، وغيرهما}. حديث صحيح
“Di tiap-tiap sholat dibaca, apa-apa yang Rasulullah SAW, telah memperdengarkan kepada kami, maka kami perdengarkan kepada kalian, dan apa-apa yang beliau sembunyikan dari kami, maka kami sembunyikan dari kalian, dan jika kamu tidak menambah atas bacaan Ummul Qur’an (Surat Al-Fatihah), maka telah mencukupi, dan jika kamu menambah, maka ia adalah lebih baik”. (H.R. Al-Bukhari, No Hadits : 772, dan Muslim, No Hadits : 396, dan selain keduanya ). Wallohu A'lam